Oleh : Anggy Vellya Natasya
Mahasiswa Fakultas Psikologi
Universitas Muria Kudus
mediamuria.com, Kudus – Di tengah pesatnya tuntutan transformasi digital dan upaya peningkatan kualitas kehidupan masyarakat, kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor industri menjadi kunci utama dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan. Kondisi ini dirasakan langsung melalui kemitraan strategis yang terjalin antara mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus (UMK) dengan unit Social Responsibility Center (SRC) yang mengelola program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Telkom Indonesia. Dalam upaya memperkuat berbagai inisiatif pengabdian masyarakat, kehadiran mahasiswa magang kini diakui sebagai salah satu unsur penting yang mendukung kelancaran, profesionalisme, serta efektivitas pelaksanaan program di lapangan.
Dalam tugas Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang berlangsung mulai 6 Oktober hingga 31 Desember 2025, Anggy Vellya Natasya, Mahasiswa Psikologi UMK yang menjalankan tugasnya di TJSL PT Telkom, menemukan fakta di lapangan bahwa keberhasilan sebuah program sosial berskala nasional sangat bergantung pada kuatnya sinergi antara perencanaan korporasi dan ketepatan pelaksanaan operasional. Melalui TJSL, Anggy hadir untuk mengambil peran strategis sebagai mitra penguatan operasional guna memastikan setiap sasaran program sosial tetap terpenuhi dengan standar pelayanan yang prima. Momen PKL ini tidak hanya menjadi ajang belajar, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi profesional yang nyata antara nilai-nilai akademik Psikologi UMK dengan dinamika industri besar di Indonesia.
Kehadiran mahasiswa magang dalam ekosistem TJSL dinilai menjadi elemen pendukung strategis yang membantu menjaga alur unit kerja secara lebih efektif, terintegrasi, dan terorganisir. Keterlibatan ini fokus pada penguatan administrasi bantuan program, pengolahan data penerima manfaat yang masif, hingga koordinasi rutin yang membutuhkan ketepatan serta analisis kecepatan respon yang tinggi. Anggy tidak memposisikan dirinya hanya untuk menjalankan fungsi observasi, melainkan berkontribusi aktif dalam memastikan setiap inisiatif sosial yang dijalankan perusahaan dapat tersalurkan secara tepat sasaran, transparan, dan terdata dengan akurasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sinergi yang kokoh dalam unit kerja strategis seperti TJSL sangat menentukan bagaimana kualitas pengabdian perusahaan di mata publik. Lingkungan kerja yang profesional mengharuskan setiap bagian untuk solid dan bergerak efektif dalam menyelesaikan tanggung jawab sosialnya yang sangat luas. Dengan adanya mahasiswa magang sebagai kekuatan pendukung operasional, distribusi beban kerja dalam mengelola berbagai program bantuan masyarakat dapat berjalan dengan lebih proporsional. Hal ini sangat membantu tim tetap dalam kondisi produktif untuk melakukan pengembangan program inovasi sosial yang lebih berdampak besar, sementara tugas-tugas manajerial lainnya tetap tertangani dengan kualitas yang terjaga.
Dampak Sinergi terhadap Efektivitas Program Sosial
Kekuatan kolaborasi dalam sebuah unit kerja yang menangani isu sosial dapat menjadi penentu utama keberhasilan transformasi di tengah masyarakat. Dampaknya tidak hanya terasa pada kecepatan proses penyaluran bantuan saja, namun juga pada kedalaman hubungan antara pihak Telkom dengan lingkungan sosial di sekitarnya. Melalui koordinasi yang terjalin dengan baik, alur kerja antar bagian menjadi lebih efisien, risiko terjadinya kesalahan pengolahan data dapat diminimalisir, dan setiap inisiatif sosial yang dicanangkan dapat dirasakan manfaatnya secara lebih luas, adil, dan merata oleh seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan.
Penguatan Kapasitas Melalui Kolaborasi Psikologi dan Industri
Dalam jangka panjang, sinergi yang terjalin erat antara dunia akademik Psikologi UMK dan sektor industri Telkom ini akan semakin memperkuat efektivitas organisasi secara menyeluruh. Mahasiswa mengusung perspektif baru yang lebih humanis dan berbasis pada pemahaman perilaku manusia, sementara TJSL Telkom memberikan ruang praktis bagi implementasi teori ke dalam solusi nyata di lapangan. Oleh karena itu, hadirnya mahasiswa magang sebagai dukungan strategis merupakan langkah tepat agar operasional program pemberdayaan sosial tetap stabil, profesional, dan memberikan dampak psikososial yang positif bagi kesejahteraan masyarakat secara utuh.
Keberlanjutan Program dan Komitmen Sosial
Upaya penguatan program sosial ini membuktikan bahwa sinergi lintas institusi adalah jawaban atas berbagai tantangan sosial yang ada saat ini. Keberhasilan kolaborasi antara mahasiswa Psikologi UMK dan TJSL Telkom menjadi bukti nyata bahwa keterlibatan generasi muda di dunia industri mampu memberikan kontribusi bermakna bagi program-program kemanusiaan. Harapannya, model kolaborasi seperti ini terus ditingkatkan agar terciptanya lingkungan pendidikan yang inklusif serta lingkungan industri yang memiliki tanggung jawab sosial yang kuat demi masa depan bangsa yang lebih sejahtera.
Baca Juga Berita Lainnya Melalui Laman mediamuria.com
Selanjutnya: Sinergi Mahasiswa Psikologi UMK Dan TJSL Telkom Dalam Penguatan Program Sosial