Banjir Kembali Genangi Tanggulangin Jati Wetan, Kolam Retensi Rp350 M Dipertanyakan Warga

mediamuria.com, KUDUS – Banjir kembali menggenangi Dukuh Tanggulangin, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Genangan air yang terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir membuat aktivitas warga kembali terganggu. Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 80 sentimeter di sejumlah titik, merendam permukiman warga, fasilitas umum, serta akses jalan lingkungan.

Banjir yang terjadi bukan kali pertama dialami warga Dukuh Tanggulangin. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu kawasan rawan banjir di Kudus bagian selatan. Setiap musim hujan dengan curah tinggi, air kerap meluap dan menggenangi rumah-rumah warga dalam waktu cukup lama. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran dan kelelahan sosial di tengah masyarakat yang berulang kali harus menghadapi dampak serupa.

Genangan air mulai masuk ke permukiman sejak hujan deras mengguyur wilayah hulu. Air yang tidak tertampung optimal akhirnya meluap ke kawasan pemukiman, membuat sebagian warga terpaksa menaikkan perabot rumah tangga dan mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi. Aktivitas sehari-hari, termasuk bekerja dan bersekolah, ikut terdampak.

Selain Dukuh Tanggulangin, banjir juga meluas ke sejumlah wilayah lain di Kabupaten Kudus. Desa Ngemplak di Kecamatan Undaan turut terdampak genangan air. Begitu pula Desa Jetiskapuan, Desa Tanjung Karang di Kecamatan Jati, serta Dukuh Barisan yang mengalami kondisi serupa. Sebaran banjir di beberapa kecamatan ini menunjukkan bahwa dampak hujan ekstrem tidak hanya terfokus pada satu titik, melainkan bersifat meluas.

Banjir juga berdampak pada akses transportasi. Jalan penghubung menuju Kecamatan Undaan mengalami hambatan akibat genangan air yang cukup tinggi. Jalur tersebut merupakan akses penting yang menghubungkan Kabupaten Kudus dengan Purwodadi, Kabupaten Grobogan. Akibatnya, arus lalu lintas sempat tersendat, terutama bagi kendaraan roda dua dan kendaraan kecil yang harus melambat atau mencari jalur alternatif.

Gangguan pada jalur Kudus–Purwodadi ini tidak hanya berdampak pada mobilitas warga, tetapi juga berpotensi menghambat distribusi barang dan aktivitas ekonomi. Jalur tersebut selama ini menjadi salah satu akses utama bagi masyarakat yang bekerja lintas wilayah maupun bagi angkutan logistik skala kecil.

Di tengah kondisi banjir yang kembali berulang, keberadaan kolam retensi di wilayah Jati Wetan menjadi sorotan warga. Kolam retensi yang dibangun dengan nilai anggaran sekitar Rp350 miliar tersebut sebelumnya diharapkan mampu mengendalikan genangan dan mengurangi risiko banjir. Namun kenyataannya, kawasan Tanggulangin dan sekitarnya masih kembali tergenang.

Warga mempertanyakan efektivitas fungsi kolam retensi tersebut dalam menahan dan mengendalikan debit air saat hujan deras. Beberapa warga menilai, meskipun infrastruktur pengendali banjir telah dibangun, dampak banjir di lapangan masih dirasakan secara signifikan. Kondisi ini memunculkan harapan agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengendalian banjir yang ada.

Banjir yang kembali terjadi ini juga tercermin dalam data resmi Pemerintah Kabupaten Kudus. Berdasarkan data sementara, di Desa Jati Wetan tercatat sebanyak 500 rumah terdampak banjir. Jumlah warga terdampak mencapai 2.880 jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar 58 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman karena kondisi rumah dinilai tidak memungkinkan untuk ditinggali sementara waktu.

Pengungsian dilakukan sebagai langkah antisipasi, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Pemerintah daerah bersama aparat desa dan relawan menyiapkan lokasi pengungsian serta memastikan kebutuhan dasar para pengungsi tetap terpenuhi.

Petugas gabungan juga terus melakukan pemantauan kondisi genangan air, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami peningkatan ketinggian. Selain itu, upaya evakuasi dilakukan secara bertahap apabila kondisi dinilai membahayakan keselamatan warga.

Banjir yang melanda beberapa wilayah di Kudus ini menegaskan bahwa persoalan banjir masih menjadi pekerjaan besar bagi pemerintah daerah. Curah hujan tinggi yang dipengaruhi faktor cuaca ekstrem menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi daerah dengan sistem drainase yang belum sepenuhnya optimal dan kawasan yang berada di dataran rendah.

Di sisi lain, masyarakat berharap adanya langkah konkret dan berkelanjutan dalam penanganan banjir. Tidak hanya penanganan darurat saat banjir terjadi, tetapi juga evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur pengendali banjir, termasuk kolam retensi, saluran drainase, serta pengelolaan sungai dan daerah tangkapan air.

Banjir berulang juga berdampak pada aspek sosial dan ekonomi warga. Aktivitas kerja terganggu, pendapatan menurun, serta biaya tambahan harus dikeluarkan untuk membersihkan rumah dan memperbaiki kerusakan ringan akibat genangan air. Kondisi ini dirasakan berat, terutama bagi masyarakat dengan penghasilan harian.

Pemerintah Kabupaten Kudus diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan banjir, baik dengan pemerintah provinsi maupun instansi terkait lainnya. Upaya jangka panjang seperti normalisasi sungai, peningkatan kapasitas drainase, serta pengelolaan kawasan rawan banjir menjadi hal yang dinilai penting untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas tinggi yang masih berpeluang terjadi. Warga diminta mengikuti arahan petugas di lapangan serta segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing.

Banjir yang kembali menggenangi Dukuh Tanggulangin dan wilayah lain di Kudus menjadi pengingat bahwa penanganan banjir membutuhkan komitmen berkelanjutan. Harapan warga sederhana, yakni agar banjir tidak terus menjadi kejadian rutin setiap musim hujan, dan kehidupan dapat kembali berjalan normal tanpa dihantui genangan air yang berulang.

Penulis : Syam

Baca Juga Berita Lainnya Melalui Laman mediamuria.com

Selanjutnya: Banjir Kembali Genangi Tanggulangin Jati Wetan, Kolam Retensi Rp350 M Dipertanyakan Warga

https://mediamuria.com/daerah/kudus/bupati-kudus-pastikan-kebutuhan-pengungsi-tercukupi-ratusan-rumah-di-desa-payaman-terdampak-banjir/

https://mediamuria.com/daerah/kudus/pr-besar-pemkab-kudus-pascabanjir-kerusakan-jalan-jadi-sorotan-warga/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *