mediamuria.com, KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus terus mengintensifkan penanganan bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah akibat curah hujan tinggi yang terjadi secara beruntun dalam beberapa hari terakhir. Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris turun langsung ke lapangan untuk meninjau posko pengungsian dan memastikan kondisi warga terdampak, sekaligus menjamin ketersediaan kebutuhan dasar bagi para pengungsi, Rabu (14/1/2026).
Peninjauan dilakukan di beberapa titik posko pengungsian, di antaranya di Desa Payaman dan Desa Jati Wetan. Dalam kunjungannya, Bupati Kudus berdialog langsung dengan para pengungsi, relawan, serta petugas di lapangan guna mengetahui kondisi terkini dan kendala yang dihadapi selama masa pengungsian. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen hadir secara langsung agar penanganan bencana dapat berjalan cepat, tepat, dan sesuai dengan kebutuhan warga.
“Pemerintah daerah memastikan seluruh kebutuhan pengungsi terpenuhi, mulai dari logistik, makanan, air bersih, hingga layanan kesehatan yang terus siaga. Keselamatan dan kesehatan warga menjadi prioritas utama kami,” ujar Bupati Kudus di sela-sela peninjauan posko.
Berdasarkan data sementara Pemerintah Kabupaten Kudus, banjir yang melanda Desa Payaman berdampak signifikan terhadap kawasan permukiman warga. Tercatat sekitar 346 rumah terdampak dengan jumlah warga terdampak mencapai 884 jiwa. Sebagian warga terpaksa meninggalkan rumah dan mengungsi ke posko yang telah disiapkan karena ketinggian air dinilai membahayakan keselamatan, terutama bagi anak-anak dan lansia.
Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh warga di Dukuh Karanganyar, Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, yang menjadi salah satu wilayah dengan dampak banjir cukup parah. Air banjir yang menggenangi kawasan tersebut mencapai ketinggian yang berisiko, bahkan di beberapa titik sempat masuk ke dalam rumah warga. Situasi ini membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan cepat dan terkoordinasi.
Salah satu relawan di lokasi, Rozaq, mengungkapkan bahwa mayoritas pengungsi yang saat ini berada di posko Payaman berasal dari Dukuh Karanganyar. Menurutnya, banjir di wilayah tersebut datang cukup cepat setelah hujan deras mengguyur kawasan hulu, sehingga warga tidak memiliki banyak waktu untuk menyelamatkan barang-barang mereka.
“Warga yang mengungsi di posko Payaman ini mayoritas dari Dukuh Karanganyar, Desa Payaman, Kecamatan Mejobo. Untuk wilayah Dukuh Karanganyar, banjirnya lumayan tinggi, jadi warga memang harus dievakuasi dan ditempatkan di posko demi keselamatan,” ujar Rozaq.
Ia menjelaskan, sejak air mulai naik, relawan bersama aparat desa, petugas BPBD, serta unsur TNI dan Polri bergerak cepat membantu warga. Evakuasi dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Kondisi jalan yang tergenang serta arus air di beberapa titik menjadi tantangan tersendiri dalam proses evakuasi.
Di posko pengungsian, para pengungsi mendapatkan fasilitas dasar yang memadai. Pemerintah daerah menyiapkan tempat istirahat, dapur umum, makanan siap saji, serta kebutuhan logistik lainnya. Layanan kesehatan juga disiagakan dengan menempatkan tenaga medis untuk memantau kondisi para pengungsi, terutama mereka yang memiliki penyakit bawaan atau mengalami kelelahan akibat proses evakuasi.

Bupati Kudus memastikan bahwa distribusi logistik terus dipantau agar tidak terjadi kekurangan. Ia meminta petugas di posko untuk segera melaporkan apabila terdapat kebutuhan mendesak, sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait.
Selain memastikan kebutuhan pengungsi tercukupi, Bupati Kudus juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan banjir. Mulai dari relawan, aparat TNI-Polri, petugas BPBD, tenaga kesehatan, hingga masyarakat yang bergotong royong membantu sesama. Menurutnya, kebersamaan dan solidaritas menjadi kekuatan utama dalam menghadapi bencana.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja tanpa lelah membantu penanganan banjir ini. Gotong royong dan kepedulian sosial seperti inilah yang menjadi kekuatan kita bersama,” tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Kudus juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi cuaca dan debit air di wilayah rawan banjir. Koordinasi lintas instansi diperkuat sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan banjir susulan, mengingat intensitas hujan masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Kepada para pengungsi, Bupati Kudus mengimbau agar tetap bersabar dan menjaga kesehatan selama berada di posko. Ia juga mengajak masyarakat untuk mengikuti arahan petugas dan tidak memaksakan diri kembali ke rumah apabila kondisi belum benar-benar aman.
“Mohon kesabaran dari para pengungsi. Kita berdoa bersama agar hujan segera reda dan banjir cepat surut, sehingga warga dapat kembali ke rumah masing-masing dan melanjutkan aktivitas sehari-hari,” katanya.
Sementara itu, pemerintah desa bersama perangkat terkait mulai melakukan pendataan lanjutan terhadap dampak banjir, termasuk kerusakan rumah warga, fasilitas umum, serta sarana pendukung lainnya. Data tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah penanganan pascabencana, baik dalam bentuk bantuan, perbaikan infrastruktur, maupun upaya pemulihan lingkungan.
Hingga saat ini, posko pengungsian di Desa Payaman masih beroperasi dan terus melayani warga yang membutuhkan tempat aman. Relawan dan petugas gabungan tetap bersiaga penuh, mengingat kondisi cuaca yang belum sepenuhnya stabil.
Dengan langkah cepat, koordinasi yang intensif, serta keterlibatan berbagai pihak, Pemerintah Kabupaten Kudus berharap dampak banjir dapat ditekan seminimal mungkin. Pemerintah daerah memastikan akan terus mengawal proses penanganan bencana hingga kondisi dinyatakan aman dan kehidupan masyarakat terdampak dapat pulih secara bertahap dan berkelanjutan.
Penulis : Syam
Baca Juga Berita Lainnya Melalui Laman mediamuria.com
Selanjutnya: Bupati Kudus Pastikan Kebutuhan Pengungsi Tercukupi, Ratusan Rumah di Desa Payaman Terdampak Banjir